Minggu, 12 Mei 2013

Sistem Kelistrikan Pada Sepeda Motor



Kelistrikan pada sepeda motor merupakan jantungnya sepeda motor agar bisa berfungsi sebagai alat transportasi. Karena dengan adanya sistim kelistrikan tersebut maka fungsi mekanik lainnya bisa bersinergi untuk bergerak.

Kerja Kelistrikan Sepeda Motor, sebagai contoh adanya gerakan piston naik turun melakukan langkah kompresi hisap dan buang saat pertama kali dinyalakan akan gagal ketika kunci kontak belum di posisi on. Hal ini karena busi yang berfungsi sebagai pemantik api belum bekerja. Sebagai pengendara sepeda motor sebaiknya mengerti hal-hal sederhana terkait dengan kelistrikan sepeda motor.

  Komponen Kelistrikan Sepeda Motor

        1. Spool Koil dan Regulator
Secara umum, kelistrikan pada sepeda motor terdiri atas spool koil yang ada dalam kumparan magnetic. Spool koil ini biasanya terletak di sisi kiri dari mesin sepeda motor. Fungsi spool koil ini adalah sebagai pembangkit tenaga listrik sepeda motor. Komponen kelistrikan lainnya adalah regulator.
Tugas regulator ini adalah mengatur dan mengubah tegangan menjadi 12 Volt DC. Sehingga dari tegangan 12 volt DC ini kemudian dipakai untuk fungsi lampu penerangan, klakson, flaser, CDI dan pengisian accu sebagai buffer sumber listrik sepeda motor tersebut.

          2. Baterai/Accu dan Sekering
Komponen kelistrikan sepada motor lainnya adalah baterai atau accu. Baterai ini berfungsi penyimpan sumber listrik sepeda motor. Type accu ini ada 2 macam. Ada accu kering dan acuu basah. Untuk sepeda motor usia tua (sekitar 1990-an masih menggunakan accu basah). Sedangkan sepeda motor tahun 2000-an ke atas sudah menggunakan accu kering yang mempunyai keunggulan free maintenance.
Untuk accu basah harus rajin melakukan pengecekan berkala terhadap level air accunya -jangan sampai kering atau habis air accunya, karena jika sampai kering maka accu tersebut akan rusak. Komponen kelistrikan yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah sekering. Sekering ini dipasang sebelum daya masuk ke accu. Sekering berfungsi membatasi daya yang masuk ke accu akibat over voltage atau konsleting komponen lain. Jika terjadi kelainan kelistrikan maka sekering akan putus.

            3. Kabel
Komponen kelistrikan lainnya adalah adalah kabel. Kabel ini berfungsi menghubungkan listrik dari komponen satu ke komponen kelistrikan lainnya. Pada setiap sepeda motor mempunyai ciri-ciri warna tersendiri untuk membedakan antara muatan positif dan muatan negatif. Di dalam kelistrikan, beda antara muatan positif dan negatif ini sangat penting sekali, jika kita salah pasang bisa berakibat kebakaran dalam kelistrikan sepeda motor tersebut.

Warna Kabel

           Arti warna kabel sepeda motor pada setiap merek sepeda motor kadang berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel-kabel kelistrikan tersebut mewakili  muatan posit (+) maupun muatan negatif (-) pada sepeda motor. Jika kira salah dalam menghubungkan kabel bisa berakibat fatal bahkan kebakaran dam sistem kelistikan sepeda motor, hal terburuk dari hal ini adalah kendaraan pun terbakar jika mengenai tangki bahan bakar.

Berikut ini merpukan penjelasan arti warna kabel dalam sistem kelistrikan dari beberapa merk sepeda motor. Perlu diperhatikan bahwa kadang warna dari setiap merk tidak sama. Mohon dibaca dengan seksama agar sedikit menambah informasi pengetahuan Anda:

            a. Kabel kelistrikan pada sepeda motor merk Honda
Hijau : Negatif (-) atau ground. Berlaku untuk semua muatan negatif pada kendaraan
Merah : (+) merupakan kabel yang berhubungan dengan muatan positif dari accu
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) altenator pengisian
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru laut : (+) sein atau reting kanan
Orange : (+) sein atau reting kiri
Coklat : (+) lampu Kota
Hitam merah : (+) Spul CDI
Hitam putih : (+) kunci kontak
Hitam kuning : (+) Koil
Biru Kuning : (+) Pulser CDI
Hijau Kuning : (+) Lampu rem

              b. Kabel kelistrikan pada sepeda motor merk Yamaha
Hitam : (-) Negatif atau ground. Berlaku untuk semua negatif pada kendaraan bermotor merk yamaha
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari accu
Kuning : (+) Lampu jauh
Coklat : (+) sein atau reting kiri
Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)
Putih merah : (+) Pulser CDI
Hijau hitam : (+) rem

                c. Kabel kelistrikan pada sepeda motor merk Suzuki
Hitam Putih : (-) negatif atau ground. Berlaku untuk semua muatan negatif pada kendaraan.
Putih merah  : (+) Pengisian dari magnet
Putih biru  : (+) koil ke CDI
Putih hitam : (+) lampu rem
Kuning putih : (+) Penerangan atau lampu
Biru kuning : (+) Pulser ke CDI
Merah : (+) accu
Orange : (+) Kunci kontak
Abu abu : (+) Lampu belakang
Hijau muda : (+) Sein atau reting kanan
Hitam : (+) Sein atau reting kiri

                 d. Kabel kelistrikan pada sepeda motor merk Kawasaki
Hitam kuning : (-) negatif atau ground. Berlaku untuk semua muatan negatif dari kendaraan
Hitam kuning : (+) accu
Merah hitam : (+) Lampu jauh atau lampu dim
Merah kuning : (+) lampu dekat
Abu-abu  : (+) sein atau reting kanan
Hijau  : (+) Sein atau reting kiri
Biru  : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

Diatas merupakan beberapa arti warna pengkabelan dalam berbagai merk sepeda motor. Agar dalam pengkabelannya perlu diperhatikan. Agar tidak terjadi kesalahan dalam instalasi. Jika terjadi kesalahan dalam instalasi akan berakibat fatal.


Sumber : http://www.anneahira.com

Tidak ada komentar: